Sunday, December 17, 2006

Outer Space Challenge

Gw abies nonton `naked science` niy di metro teve. Naked Science kali ini ceritanya tentang tantangan manusia untuk hidup di luar angkasa. Yup,,, awal kisahnya ketika bumi tercinta ini telah rusak dan kita harus menemukan bumi baru yang jaraknya bisa berada ribuan atau bahkan jutaan tahun cahaya dengan bumi kita yang sekarang.

Di `naked science` dipaparkan bahwa perjalanan luar angkasa itu ga mudah... Pertama,,, kita butuh Space Ship yang luar biasa cepat untuk mencapai bumi kita yang baru dengan waktu yang tidak terlalu lama,,, yah... ribuan tahun ke bumi yang baru itu juga hitungannya sudah cepet.



Pesawat Luar Angkasa tersebut ga mungkin pake roket konvensional (propulsion rocket)... Tau kan maksudnya... Roket-roket yang kita liat waktu pesawat Ulang-Alik diluncurin. Bayangin untuk mengangkat pesawat untuk melepaskan diri dari gravitasi bumi aja,, tabung bahan bakarnya dah sebesar itu... apa lagi untuk mengarungi galaksi yang jaraknya ga sekilo duakilo. Ada beberapa jenis roket baru yang sedang diperkenalkan NASA, salah satunya roket ion... Roket ion ini mengeluarkan ion sebagai materi untuk mendorong pesawat. Dan bahan bakarnya cuma perlu listrik, dan listriknya bisa didapat dari cahaya matahari dan bintang-bintang yang ada disekitar pesawat dengan bantuan solar cell. Saat ini teknologi roket ion ini sedang dikembangkan dan sudah diimplementasikan pada pesawat luar angkasa tanpa awak oleh NASA. Teknologi ini belum final dan masih banyak alternatif yang sedang dicari oleh NASA.

Kedua, manusia di desain untuk berada dalam pengaruh gravitasi. Beberapa kosmonot yang pernah dikirim ke luar sana mengalami penurunan massa otot dan tulang sekitar 15%, bahkan ketika mereka kembali ke bumi dibutuhkan waktu 3 hari untuk mereka dapat mengembalikan kekuatan tubuh mereka untuk bergerak dalam pengaruh gravitasi. Diilustrasikan oleh Naked Science, jika kita melakukan perjalanan ke arah luar tata surya maka ketika kita melewati jupiter tulang kita akan mulai retak dan ketika kita mencapai saturnus, tulang kita sudah hancur karena terlalu lama berada pada lingkungan dengan gravitasi nol. Beberapa ilmuwan sedang melakukan penelitian agar tulang tidak berhenti tumbuh pada lingkungan dengan gravitasi nol. Salah satu caranya adalah menciptakan gravitasi dengan gaya sentrifugal.

Maksudnya apa niy? Ya,, menciptakan efek seperti gaya gravitasi dengan gaya sentrifugal. Jadi setiap kosmonot berolahraga dengan alat yang dapat menciptakan gaya sentrifugal. Saat ini siy dah dibuat alatnya... Prinsip alatnya ga jauh beda kaya komedi putar,,, jadi tubuh kita diputar-putar, kepala berada dipusat dan kaki berada diluar (Sorry gw paling susah mendeskripsikan bentuk sesuatu).

Gravitasi Nol juga bisa menyebabkan disorientasi arah. Berdasarkan penelitian pada bayi tikus yang lahir dengan merasakan gravitasi dan dengan yang tidak merasakan gravitasi, ketika bayi tikus yang baru lahir ditenggelamkan di wadah air dengan badan terbalik (punggung menghadap tanah), bayi tikus yang biasa merasakan gaya gravitasi, dia dapat membalikkan lagi tubuhnya sedangkan bayi tikus yang tidak biasa merasakan gaya gravitasi sama sekali tidak dapat membalikkan punggungnya karena dia tidak tahu dimana letak tanah. Kayana siy, ini juga yang menyebabkan induk tikus yang sedang mengandung dan dibawa ke luar angkasa tidak dapat melahirkan disana. Mereka baru dapat melahirkan ketika kembali dibawa ke bumi. Bayangin efeknya terhadap bayi manusia. Perjalanan ribuan tahun ke "bumi baru" ga mungkin dilakuin sama satu generasi manusia. Manusia akan diharuskan terbiasa hidup di pesawat luar angkasa selama beberapa generasi. Reproduksi manusia di luar angkasa pun tidak dapat dihindari. Tapi kalau bayi manusia yang lahir tidak tahu arah, tulangnya rapuh dan badannya lemah bukan itu yang kita harapkan. Karena lambat laun manusia tetap akan punah di pesawat luar angkasa itu.

Salah seorang peneliti, menemukan bahwa terdapat gen yang mengatur umur dan pertumbuhan cacing yang juga ada pada manusia. Dengan mematikan gen tersebut, cacing tidak akan mati dan pertumbuhannya berhenti. Kalo diterapin ke manusia siy katanya umur manusia bisa mencapai 500an tahun. Tapi siapa siy yang mo hidup selama itu??? ya ngga??? Ini salah satu cara apabila efek gravitasi nol tidak dapat dihindari dan untuk menghindari reproduksi manusia pada lingkungan dengan gravitasi nol.

Ketiga, radiasi kosmik. Hampir semua astronot melaporkan bahwa ketika mereka berada di luar angkasa dan memejamkan mata, mereka seperti melihat kilatan-kilatan cahaya di kelopak mata mereka. Setelah diteliti ternyata itu adalah radiasi kosmik (radiasi yang dipancarkan oleh bintang2 lain). Kalau dibumi radiasi kosmik dapat dihalau berkat medan magnet bumi dan atmosfer bumi. Akan tetapi diluar angkasa radiasi kosmik langsung menghujam tubuh manusia bagaikan ribuan peluru menembus tubuh. Radiasi yang diterima oleh mata direpresentasikan oleh otak sebagai kilatan cahaya. Dan menurut penelitian radiasi tersebut dapat membelah sel-sel otak kita.
Salah seorang astronot yang melaporkan kejadian tersebut tidak berapa lama setelah kembali ke bumi mengalami katarak pada matanya dan beberapa orang astronot lainnya mengalami kebutaan akibat radiasi kosmik tersebut.

.Apa lagi yah gw lupa niy.... Yah yang paling penting siy dah diatas semua... cuma tambahan-tambahannya lupa... Kalo ada yang nonton juga or ngerti tolong donk ditambahin di bagian comment ^^

No comments:

Post a Comment