Sunday, April 8, 2007

Traveler's Tale: Belok Kanan Barcelona

Novel yang ditulis oleh empat "storyteller"*) terbaik sekaligus ini berbeda dari novel-novel yang biasa gw baca. Mulai dari bahasa, sampai penyampaiannya yang ga bikin bosen. Mereka adalah Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat dan Ninit Yunita. Waktu pertama kali mo beli buku ini gw sebenernya ga yakin, apa novel ini bagus --- secara wimar witoelar, cuma bisa bilang novel ini susah dikomentarin kecuali “asyik, baca deh buku ini”. Apa segitu simplenya buku ini? Yah, karena gw yakin sama penulisnya, akhirnya gw beli aja buku ini.

Novel ini berkisah tentang persahabatan terdiri dari empat sekawan yang telah berlangsung sejak mereka kecil; Francis, Retno, Farah dan Jusuf. Mereka semua tinggal untuk bekerja di negeri yang jauh dari sini, Francis tinggal di Kansas City, Retno yang bekerja di Kopenhagen, Farah yang kerja di Hoi An, Vietnam dan Jusuf yang kerja di Cape Town, Af-Sel.

Gw pernah liat di blog kotakhitamputih kalau dia bilang, ini bukan sekedar novel tapi juga sebuah "manual book" bagi para travelers or backpacker dan gw setuju bangget sama dy. Mulai dari triknya Jusuf yang numpang pesawat evakuasi --- sebenernya, secara kebetulan, negara tempatnya bernaung saat itu, perang saudara, padahal dia baru aja sampai --- lumayan bisa ngehemat tiket pesawat (weqs, lo mo ky gitu beb? Ga lah) hingga si Farah yang numpang sama temen yang baru dikenalnya waktu di kereta menuju Barcelona.

Novel ini ga hanya membawa kita tenggelam dengan alur cerita -- bahkan kalau boleh dibilang alur ceritanya ringan tapi berbobot -- tapi juga dengan penggambaran detail dari tempat-tempat yang dikunjungi serta pengalaman-pengalaman para tokoh dalam novel ini ketika berkunjung kesana. Apalagi si Jusuf --- salah satu tokoh ---…. Pengalamannya bikin kita tertawa sekaligus haru akan perjuangannya.

Awal kisah mereka adalah ketika Francis mengirimkan undangan pernikahannya yang akan berlangsung di Barcelona (It’s just that simple? No, ain’t that simple) ke teman-teman terbaiknya, Retno, Farah dan Jusuf. Mereka akhirnya memutuskan untuk datang ke acara pernikahannya Francis, tetapi tidak hanya untuk sekedar menjadi saksi pernikahan Francis, mereka membawa misi masing-masing. Misinya apa aja yah...???? Oke, sebelumnya kita review hubungan emosi yang terjalin antara mereka berempat.

Pertama, Francis suka Retno, dan Retno sebenernya juga suka Francis, pasalnya setiap kali Francis nembak Retno (dah 2x nembak), Francis selalu saja ditolak. Akan tetapi hingga saat-saat akhir pernikahannya dengan Inez (calon istrinya), dia masih aja sayang sama Retno --- waduh @_@ ---

Kedua, Farah suka Francis, sayangnya (Francis suka sama Retno --- remis beb!!!, iya... iya... ---) si Francis ga pernah tau kalo si Farah suka sama dia dan lagipula Francis kan suka sama Retno ^^;

Ketiga, Jusuf suka Farah, sayangnya..... (stop!!!!, kita dah tau)

Okeh, sekarang misinya...

Um......

Misinya...

Um....

Biar lo yang belum pada baca penasaran, gw kasih tau misinya Farah aja... Farah ingin menyatakan cintanya ke Francis, dan berharap Francis menggagalkan pernikahannya dengan calon istrinya, Inez (seorang gadis Barcelona). Kira-kira apa yang bakalan terjadi nanti yah.... Si Francis goyah ga yah secara dia sendiri masih sayang sama Retno, dan Farah yang jatuh cinta sama dia? Terus si Jusuf gimana? Apa dia bakalan nyerah sama keadaan?

Well, four writers, four characters, i wonder how they can synchronize their minds and thoughts to make this novel become well written? Dan gw rasa ga se-simple, bikin program komputer ala bazaar (a.k.a rame2) deh...

Buat gw novel ini mendapatkan rating 5 (dalam skala bebs-rating **) ). Pokoke, top deh buat kita ngehayal berada di luar negeri dan ngehayal apakah kita demi apapun juga untuk mengejar cinta kita meskipun sampai ke Barcelona....

Thanks to all of you who writes good novel like this, I hope it can be represented as movie in the future…

*) Kenapa storyteller? Karena menurut gw mereka seperti sedang menceritakan pengalamannya masing-masing.

**) bebs-rating adalah skala rating yang gw buat untuk menilai musik, buku dan film yang rangenya bukan dari 1-5 tapi 2-6. Kenapa mulai dari dua, karena nilai 1 dah didapet waktu mereka berjuang untuk membuat semua itu tercipta (karena gw ga yakin, gw bisa buat jauh lebih bagus dari yang mereka buat), we must appreciate it dan kenapa berakhir di enam? Karena itu angka favorit gw. But sorry guys, karena angka 6 itu favorit gw, maka dia akan terus jadi milik gw --- egois amat lo bebs? Yarin! ---

5 comments:

  1. makasih ya, udah di-review bagus disini :)

    ReplyDelete
  2. thanks atas reviewnya!

    ReplyDelete
  3. same2...

    seneng bener blog dikuunjungin ama orang, tenar lagi, mo kasih comment jg lagi...

    kurang buku+ttd aseli penulisnya ajah niyh... ^^v

    ReplyDelete
  4. makasih udah direview disini :)

    ReplyDelete
  5. ALLO

    salam kenal

    :)

    CIAO ITALIA!
    unmacchiato.blogspot.com

    ReplyDelete