Alkisah disuatu senja di salah satu ruas jalan di Jakarta. Dua orang sahabat karib terlibat dalam percakapan aneh dalam perjalanan pulang mereka. Mereka adalah A sang pengemudi motor dan B sang pembonceng dan perlu dicatat dari sekarang mereka berdua adalah pencinta wanita.
Memang sudah kebiasaan mereka atau lebih tepatnya kebiasaan si B untuk berangkat dan pulang kuliah bersama-sama, secara lebih hemat dan cepat (bagi si B tentunya :D).
Percakapan itu dimulai oleh permintaan dadakan si B kepada si A ditengah jalan,
"A, lu anterin gue ampe perempatan skul aj ya ?", ujar B.
"Iyeh", A menjawab dengan singkat.
Selang beberapa waktu, tibalah mereka di lampu merah perempatan skul. Namun anehnya si A ini yang memang terkenal murah hati dan tidak sombong tidak menepikan motornya. Sepertinya si A ingin mengantarkan si B ke rumahnya.
"A, koq lu ga nepi? Yo weis deh, nanti di perempatan lapangan gue turun yah?"
Si A hanya terdiam dan tidak menjawab apapun.
Setelah sampai di perempatan lapangan kembali si A tidak menepikan motornya. Kala itu, perempatan lapangan cukup ramai oleh kendaraan-kendaraan lain. Memang si A tidak salah dengan tidak menepikan motornya. Ia hanya mengikuti kodrat yang ditakdirkan Tuhannya untuk bermurah hati dengan cara mengantarkan sohib karibnya sampai kerumahnya dengan selamat, meskipun jarak kedua rumah mereka sekitar 7 KM.
"A, lu koq ga nepi? Ya udah gue turun dimari ya", kata si B. Di tengah jalan si B mencopot helmnya dan turun dari motor seraya berucap terima kasih kepada si A. Sontak si A kaget dan dengan setengah berteriak, si A berkata:
"Babes, lo mo kemana?"
Seketika itu juga, seluruh pengendara yang berada disekitar mereka langsung mengalihkan pandangan kepada kedua sobat karib itu sambil mengerutkan dahi karena kebingungan
Satu minggu kemudian, si A dan si B bertemu. Si A berkata kepada si B, "Lu ngapain siyh turun ditengah jalan?".
"Lah lu tuh! Gue dah bilang kalo gue mo turun di perempatan lapangan. Lu malah ga nepi, ya gue turun ajah", kata si B
Si A kemudian bercerita soal teriakannya kemarin dan bagaimana para supir mikrolet (beserta penumpang), tukang bajaj dan bikers lain langsung mengamati mereka berdua.
"Pantesan ajah, koq tiba2 pada ngeliatin gue. Gue pikir itu pasti berkat muka ganteng gue ini, ternyata ulah lo toh", kelakar si B yang menunjukkan keoverpedean akibat kerusakan otak permanent.
And they all happy together.
FIN.
Mari kita telaah baik-baik kenapa pengendara lain tiba-tiba bingung setelah mendengar teriakan itu (pesan sponsor: telaah ini terselenggara berkat kerjasama antara penulis dan kejeniusan +1-nya :D ), sebagai berikut:
- Babes dalam bahasa seberang lautan sana berarti "Sayang". Biasanya diutarakan oleh seorang lelaki kepada seorang wanita terkasihnya dan vice versa. Namun sayangnya dalam kasus ini, si A mengutarakannya kepada si B yang notabenenya sesama jenis.
- Kesan yang mungkin terbersit di hati pengendara lain adalah; mungkin "pasangan" ini sedang marahan karena si B turun tiba2 saja ditengah jalan.
Fakta kedua yang didapat adalah si B memang sedang berkeinginan untuk tidak merepotkan si A. Si B berkata "Lagi pengen sekali-kali ga ngerepotin si A. Tapi sekali aja ya ga ngerepotinnya? hehehe".
Fakta ketiga adalah mereka berdua pencinta wanita sejati yang sudah dituliskan di awal cerita ini (walaupun belum terbukti pada kenyataannya).
So, apa kandungan moral dari cerita ini?
Pertama, jangan teriak sembarangan di tengah jalan yang rame yang mungkin memancing persepsi-persepsi negative.
Kedua, jangan juga berprasangka buruk terhadap suatu kejadian :D.
Pesan ketiga, kalo aneh baca cerita ini, coba baca sekali lagi, kalo masih bingung dan aneh, coba deh baca untuk ketiga kalinya. Tapi kalo masih berasa aneh juga, kesalahan bukan pada Anda para pembaca, namun pada penulisnya yang jasjus ga jelas dengan diksi yang aneh beserta tata bahasa yang ancur.
Akhir kata, jangan dipikirin ceritanya dan terima kasih sebesar-besarnya karena telah meluangkan waktu untuk membaca cerita ga jelas ini.
That's all folks :D
Thanks
huakaka...
ReplyDeletekesan yang terakhir...
*tuh 2 orang ternyata emang sepasang kekasih* uuh... so suit...
Wah, kalo ini based on true story gua kenal banged dua orang ini, Apalagi si A, dia itu orangnya ganteng, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, sering membantu nenek menyebrang.. Pokoe tob banged dah
ReplyDelete@waterbomm: mereka berdua normal koq, masih anggota MAPAWA (Mahasiswa Pencinta Wanita)
ReplyDelete@black_defender: Neng, ikut abang dangdutan yuk!
Narcis Lo! he3x...
Hwaakakaka... Ahaa...ha..ha.. Yang pasti si B adalah pemilik blog ini... : P..
ReplyDeleteHai.. Hai..
ReplyDeleteSang ucrit dari ranah Plurk datang berkunjung (s_dance)
@ucrit.. gue mampir ke blog lo koq kosong yak :-P
ReplyDelete